Strategi Untuk Menganalisa dan Masuk ke Pasar Luar Negeri
1.
Analisa Pasar Luar Negeri
Untuk meningkatkan pangsa pasar, pendapatan, dan
profit, perusahaan biasanya harus melakukan tiga langkah berikut :
1.
Melakukan
penilaian terhadap pasar-pasar alternatif
2.
Mengevaluasi
biaya, keuntungan, dan risiko memasuki masing-masing pasar
3.
Memilih pasar
yang paling potensial untuk dimasuki atau untuk melakukan ekspansi
·
Melakukan Penilaian
Pasar Luar Negeri Alternatif
Dalam menilai pasar luar negeri alternatif,
perusahaan harus mempertimbangkan berbagai macam faktor, yang mencakup ukuran
pasar, baik di masa sekarang maupun potensi di masa datang, tingkat persaingan
yang akan dihadapi, linhkungan hukum dan politik, dan faktor sosiokultural yang
mungkin memengaruhi operasi dan kinerja perusahaan.
Potensi Pasar
Langkah pertama dalam pemilihan pasar luar negeri
adalah menilai potensi pasar. Banyak penerbitan, seperti yang terdapat pada
“Membangun Kemampuan Dunia” di Bab 2 menyediakan data tentang populaasi,
Pendapatan Domestik Bruto (PDB), PDB per kapita, infrastuktur publik, dan
kepemilikan barang seperti mobil dan televisi. Keputusan yang diambil
perusahaan dari informasi ini tergantung pada posisi produknya terhadap
pesaingnya. Perusahaan yang memproduksi barang berkualitas tinggi dengan harga
mahal aan menemukan bahwa pasar yang kaya atraktif, namun akan sulit melakukan
penetrasi pada pasaryang miskin. Sebaliknya, perusahaan yang berspesialisasi di
barang yang murah dengan kualitas rendah akan menemukan bahwa pasar yang miskin
akan lebih menguntungkan daripada pasar yang kaya. Perusahaan kemudian harus
mengumpulkan data yang relavan bagi lini produk yang spesifik. Menganalisa data
penjualan alat rumah tangga lain, konsumsi listrik per kapita, atau jumlah
keluarga dengan dua sumber pendapatan. Tetapi, data seperti itu mencerminkan
keadaan masa lalu, bukan masa dpan. Perusahaan juga harus mempertimbangkan
potensi pertumbuhan ekonomi negara dengan memakai ukuran obyektif dan
subyektif. Ukuran obyektif termasuk perubahan pendapatan per kapita, konsumsi
energi, PDB, dan kepemilikan konsumen atas produk tahan lama seperti mobil
pribadi. Pertimbangan yang lebih subyektif juga harus diperhitungkan ketika
menilai potensi pertumbuhan.
Tingkat Persaingan
Faktor lain yang harus dipertimbangkan dalam
memilih pasar luar negeri adalah tingkat persaingan di pasar, baik tingkat
persaingan di masa sekarang maupun di masa datang. Untuk menilai lingkungan
persaingan, perusahaan harus mengidentifikasikan jumlah dan ukuran perusahaan
yang sudah bersaing di pasar sasaran tersebut, pangsa pasar, strategi penetapan
harga dan distribusi, dan kekuatan serta kelemahan, baik secara individu maupun
kolektif. Perusahaan kemudian harus mempertimbangkan faktor-fator ini terhadap
kondisi pasar sesungguhnya dan posisi kompetitif perusahaan.
Lingkungan Hukum dan Politik
Perusahaan perlu memahami kebijakan perdagangan
negara tersebut dan lingkungan hukum dan politiknya. Perusahaan dapat memilih
untuk membatalkan ekspor barangnya ke negara yang memiliki tarif tinggi atau
hambatan dagang lain dan lebih memilih ekspor ke negra yang hambatannya lebih
sedikit atau tidak besar. Stabilitas pemerintah juga faktor penting dalam
menilai pasar luar negeri. Peraturan pemerintah tentang penetapan harga dan
aktivitas promosi juga perlu dipertimbangkan. Kehati-hatian juga diperlukan
untuk menghindari menyinggung perasaan politik negara tujuan.
Pengaruh Sosiokultural
Manajer yang menilai pasar luar negeri juga harus
mempertimbangkan pengaruh sosiokultural, karena sifatnya yang subyektif, sering
sulit siukur. Untuk mengurangi ketidakpastian akibat faktor ini, perusahaan
sering mengfokuskan usaha awal internasionalisasi di negara-negara yang
memiliki budaya yang sama dengan negara asalnya. Jika strategi yang diusulkan
adalah memproduksi barabf di negara tjuan (host country) dan mengekspornya ke
pasar yang sedang dalam pertimbangan, faktor sosiokultutal yang paling relavan
adalah faktor yang berhubungan dengan konsumen. Perusahaan yang gagal mengenali
kebutuhan dan preferensi konsumen negara tujuan sering mengalami kesulitan.
Perusahaan harus memahami dasar motivasi kerja di negara itu, norma dalam jam
kerja dan penggajian, dan peranan serikat pekerja. Dengan mempekerjakan dan
mendengarkan manajer-manajer lokal, perusahaan asing dapat menghindari atau
mengurangi konflik kultural.
·
Mengevaluasi Biaya, Keuntungan, dan Risiko
Langkah selanjutnya dalam penilaian pasar luar
negeri adalah evaluasi yang hati-hati tentang biaya, keuntungan, dan risiko
yang berasal dari bisnis di pasar luar negeri.
Biaya. Dalam hal ini ada dua jenis biaya yang relavan :
biaya langsung dan biaya kesempatan (opportunity cost). Biaya langsung adalah
biaya yang dikeluarkan pada saat perusahaan masuk ke pasar luar negeri yang
baru dan meliputi biaya untuk mendirikan operasi perusahaan (misalnya, sewa
beli (leasing) atau membeli fasilitas tertentu, memindahkan manajer untuk
menjalankannya, dan mengiriman alat-alat dan produk barang dagangan.
Keuntungan. Masuk ke pasar tertentu dianggap menawarkan ke
perusahaan banyak potensi keuntungan bagi perusahaan itu. Diantara potensi
keuntungan yang paling jelas adalah penjualan dan profit yang diharapkan dari
pasar itu. Keuntungan yang lain mencakup biaya akuisisi dan manufaktur yang
lebih murah (jika harga bahan baku dan/atau tenaga kerja murah), menutup akses
pesaing ke pasar tersebut (yang membatasi kemampuan pesaing untuk memperoleh
profit), keunggulan bersaing (yang membuat perusahaan tetap selangkah lebih
maju atau sejajar dengan pesaingnya), akses ke teknologi baru, dan kesempatan
untuk mencapai sinergi dengan operasi lain.
Risiko. Secara umum, perusahaan yang masuk ke pasar baru
menghadapi risiko fluktuasi nilai tukar, kompleksitas operasi yang meningkat,
dan kerugian finansial langsung yang disebabkan karena penilaian yang tidak
akurat tentang potensi pasar. Dalam kasus yang ekstrim, perusahaan juga
menghadapi risiko kerugian karena pengambilalihan properti oleh pemerintah
akibat perang atau terorisme.
2.
Memilih Cara Masuk (Mode of Entry)
Teori eklektik Dunning, yang dibahas pada Bab 6,
memberikan wawasan yang berguna tentang faktor-faktor yang memengaruhi pilihan
antara produksi di dalam negeri (ekspor), produksi di negara tujuan dengan
pabrik yang dimiliki perusahaan (PMA dan usaha patungan), atau produksi di
negara tujuan yang dilakukan oleh pihak lain (lisensi, waralaba, dan kontrak
manufaktur). Ingat kembali bahwa teori eklektik mempertimbangkan tiga faktor
:keunggulan kepemilikan, keunggulan lokasi, dan keunggulan internalisasi.
Faktor lain yang harus dipertimbangkan meliputi kebutuhan terhadap
pengendalian, ketersediaan sumber daya, dan strategi global perusahaan. Peran
ketiga faktor ini dalam keputusan mengenai cara masuk ke pasar tertentu.
CARA-CARA MASUK
![]() |
Keunggulan
kepemilikan adalah sumber daya
nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible) yang dimiliki perusahaan yang
memberi keunggulan bersaing ke perusahaan itu dibanding pesaingnya. Dengan
asumsi bahwa perusahaan lokal mengetahui lebih banyak informasi penting
dibanding pesaing asing, maka perusahaan asing yang berusaha masuk ke pasar
baru harus memiliki keunggulan kepemilikan untuk mengatasi keunggulan informasi
yang dimiliki perusahaan lokal. Peusahaan yang keunggulan bersaingnyan berdasar
pada merek yang sudah dikenal kadang-kadang masuk ke pasar luar negeri melalui
cara lisensi atau waralaba. Keunggulan perusahaan adalah faktor penentu utama
kekuatan tawar menawar perusahaan, sehingga keunggulan ini dapat memengaruhi
hasil dari negosiasi cara masuk yang akan dipakai,
Keunggulan
lokasi adalah faktor yang
memengaruhi keingnan perusahaan untuk memproduksi di negara tujuan dibanding
memproduksi di negara asal. Perusahaan secara rutin membandingkan karakteristik
ekonomi dan non-ekonomi pasar dalam negeri dan luar negeri untuk menentukan
lokasi penempatan fasilitas produksinya. Pilihan antara produksi di dalam
negeri dan diluar negeri dipengaruhi oleh banyak faktor. Tingkat upah tenaga
kerja relatif dan biaya akuisisi tanah di negara tertentu sangat penting,namun
perusahaan juga harus mempertimbangkan kelebihan kapasitas atau kapasitas yang
tidak terpakai dari pabrik yang sudah ada, akses ke fasilitas riset dan
pengembangan, persyaratan logistik, kebutuhan pelanggan, dan biaya administrasi
tambahan dalam mengelola fasilitas di luar negeri. Kebijakan pemerintah juga
memiliki pengaruh besar. Tarif yang tinggi akan mengurangi ekspor daan
mendorong produksi lokal, sementara pajak perusahaan yang tinggi atau
pembatasan pengiriman keuntungan ke negara asal (repatriasi) akan membatasi
PMA. Keunggulanlokasi juga dapat berupa ikatan budaya, ikatan geografis, agama,
bahasa.
Keunggulan
internalisasi adalah keunggulan
yang membuat perusahaan diharapkan menghasilkan produk atau jasanya sendiri
bukannya mengadakan kontrak dengan perusahaan lain untuk memproduksinya.
Tingkat biaya transaksi (biaya bernegosiasi, memonitor, dan melaksanakan
perjanjian) sangat penting dalam keputusan ini. Jika biaya tersebut tinggi,
perusahaan akan mengandalkan PMA dan usaha patungan sebagai cara masui ke
pasar. Jika biayanya murah, perusahaan akan memakai waralaba, lisensi atau
kontrak manufaktur. Faktor lain mungkn juga memengaruhi pilihan cara masuk.
Misalnya, perusahaan kemungkinan sangat mempetimbangkan pengendalian dan
ketersediaan sumber daya. Kurangnya pengalaman di pasar luar negeri menyebabkan
ketidakpastian bagi perusahaan. Untuk mengurangi ketidakpastian ini, beberapa
perusahaan mungkin lebih suka cara masuk pertama kali yang memberikan tingkat
pengendalian tinggi. Akan tetapi, perusahaan yang kekurangan modal atau
eksekutif berbakat tidak akan mampu atau tidak ingin memberikan komitmen untuk
menanamkan investasi dalam jumlah besar yang memerlukan pengendalian,
perusahaan lebih suka cara masuk yang ekonomis menurut kemampuan finansial dan
manajerial mereka, misalnya lisensi. Pilihan perusahaan juga didorong oleh
kebutuhan untuk mengkoordinasikan aktivitasnya di semua pasar sebagai bagian
strategi globalnya. Misalnya, IBM karena alasan ini secara tradisional lebih
suka cara masuk yang berorientasi kepemilikan sebagai bagian dari strategi
globalisasinya. Secara singkat, seperti kebanyakan aktivitas bisnis, pilihan cara
masuk ke pasar tertentu sering merupakan pilihan antara tingkat risiko yang
ditanggung perusahaan, potensi keuntungan yang didapat dari pasar, besarnya
tingkat komitmen sumber daya yang diperlukan untuk bersaing secara efektif dan
tingkat pengendalian yang diinginkan perusahaan.
3.
Ekspor ke Pasar Luar Negeri
Barangkali cara paling mudah untuk
menginternasionalkan bisnis domestik adalah melakukan ekspor, bentuk aktivitas
bisnis internasional. Ekspor memberikan beberapa keuntungan ke perusahaan.
Pertama, perusahaan dapat mengendalikan keterpaparan finansialnya (financial
exposure) pada pasar negara tujuan yang dianggap sesuai dengan keinginan. Hanya
sedikit atau tidak ada investasi modal yang diperlukan jika perusahaan memilih
untuk menyewa perusahaan lokal di negara tujuan itu guna mendistribusikan
produknya. Perusahaan dapat memilih untuk mendistribusikan produknya sendiri
supaya dapat mengendalikan pemasarannya dengan lebih baik. Jika perusahaan
memilih pendekatan ini, perusahaan dapat menaikkan biaya penjualan karena peran
perantara dihilangkan. Akan tetapi, biaya investasi dan keterpaparan finansial
akan meningkat secara substansial, karena perusahaan harus melengkapi dan
menjalankan sendiri pusat distribusinya, merekrut pegawai dan memasarkan
produknya.
Kedua, ekspor memungkinkan perusahaan dapat masuk
ke pasar luar negeri secara bertahap, sehingga perusahaan dapat menilai kondisi
lokal dan menyesuaikan produknya untuk memenuhi kebutuhan istimewa konsumen
negara tersebut. Jika ekspornya diterima dengan baik oleh konsumen negara
tujuan tersebut, perusahaan dapat memakai pengalaman ini sebagai dasar untuk
masuk ke pasar tersebut dengan lebih ekstensif
888 Casino Resort Rd. New London, London, CT - MapYRO
BalasHapus888 Casino Resort Rd. 여주 출장샵 New 군포 출장안마 London, London, CT. 당진 출장안마 (860) 김해 출장샵 959-3200. 상주 출장안마